Tokoh penulis Buku Terbaik di Indonesia

Tokoh penulis Buku Terbaik di Indonesia

Indonesia memiliki dua kali hari peringatan buku, yakni peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh tiap 23 April, dan peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh tiap 17 Mei. Peringatan Hari Buku Nasional ini berlangsung sejak 2002 yang dipelopori Menteri Pendidikan kala itu, Abdul Malik Fadjar. Tanggal ini dipilih menurut hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980.

Seiring dengan perkembangan jaman, baik di Indonesia ataupun di dunia, buku mengalami perkembangan kencang. Seiring dengan perkembangan buku, banyak penulis yang bermunculan dari seluruh penjuru bumi, termasuk Indonesia.

Beberapa penulis buku di Indonesia yang paling familiar sepanjang masa, 9 diantaranya yakni sebagai berikut:

1. Suwarsih Djojopuspito
Nama ini mungkin masih terdengar asing di kuping kita. Wanita hebat yang satu ini yakni salah satu penulis Indonesia yang merasakan masa penjajahan di Indonesia. Dalam berkarya, ia menulis dalam tiga bahasa yakni Sunda, Belanda dan Indonesia.

2. N.H Dini
Terlahir dengan nama Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, penulis feminis ini telah menjadikan puluhan buku dan sebagian di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Beberapa karyanya yang familiar di antaranya ‘Pada Sebuah Kapal’ (1972), ‘La Barka’ (1975) atau ‘Namaku Hiroko’ (1977), ‘Pertemuan Dua Hati’ (1986) dan masih banyak lagi.

3. Pramoedya Ananta Toer
Penulis yang dikenal berbakat dan berani ini yakni salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Salah satu karyanya yang paling familiar yakni Tetralogi Pulau Buru. Empat buku hal yang demikian ditulis saat menjadi tahanan politik di Pulau Buru. Semasa hidupnya, Pram menjadikan lebih dari 50 buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

4. Andrea Hirata
Hampir seluruh masyarakat Indonesia pasti telah membaca atau setidaknya menonton kisah ‘Laskar Pelangi’. Kisah fenomenal yang dikagumi banyak orang itu, yakni buah karya dari seorang penulis berbakat, Andrea Hirata. Tak hanya familiar di Indonesia, buku ‘Laskar Pelangi’ telah diterjemahkan ke dalam 21 bahasa, termasuk Jepang dan Italia.

5. Mochtar Lubis
Bagi penikmat sastra, nama ini tentunya telah tak asing lagi. Karya-karyanya seperti ‘Harimau-Harimau’, ‘Maut dan Cinta’, dan ‘Musim Gugur’, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah sastra Indonesia dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain dikenal sebagai sastrawan, ia juga yakni seorang tokoh jurnalistik Indonesia.

6. Ahmad Tohari
Ahmad Tohari yakni penulis novelnya yang kemudian dihasilkan film dengan judul “Sang Penari”. Awalnya karyanya itu berjudul Ronggeng Dukuh Paruk yang kemudian difilmkan dengan judul Sang Penari hal yang demikian. Ahmad Tohari kelahiran 13 Juni 1948 ini tinggal di Banyumas, Cilacap, Jawa Tengah.

7. Taufiq Ismail
Taufiq Ismail yakni penyair dan sastrawan yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1995. Sajak-sajaknya banyak dinyanyikan oleh grup musik Bimbo. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam sebagian bahasa di antaranya Inggris dan Rusia.

8. Ayu Utami
Ayu Utami yakni penulis perempuan Indonesia yang lahir di Bogor, 21 November 1968. Hingga kini ia telah menulis 10 novel dan kumpulan esai. Novelnya, “Saman” membawanya menjadi peraih Prince Claus Award dari Belanda (2000).

9. Eka Kurniawan
Eka Kurniawan yakni seorang penulis yang lahir di Tasikmalaya, 28 November 1975. Novelnya yang paling fenomenal yakni Indah Itu Luka yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Jendela (2002). Novel hal yang demikian telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi wa Kizu dan dalam Bahasa Inggris oleh Annie Tucker dengan judul Beauty is a wound.