Novel Paling HIts

Masih banyak lagi puisi-puisi yang memperkuat karakter tokoh Dilan, hingga menebar banyak komentar dari pembaca. Tidak sedikit pembaca yang mengaku jatuh cinta pada tokoh DIlan, seperti yang diungkapkan salah satu member JKT bernama Viny.

Viny memberikan komentar posistif untuk seri pertama novel Dilan dengan menyampaikan bahwa ia ingin bertemu dengan Dilan versi asli.

Bukan hanya cara penggambaran karakter saja yang membuat novel ini digemari banyak orang, namun juga cara Pidi Baiq mengemas kisah roman remaja yang seharusnya sederhana, namun ternyata jadi begitu menyentuh dan luar biasa. Banyak pembaca yang merasa kalau potongan-potongan cerita yang Pidi Baiq tulis menyeret mereka merasakan rasa baper, jatuh cinta, juga patah hati dalam seri demi seri.

Novel Paling HIts

Melalui seri pertama bertajuk Dilan, Dia adalah Dilanku 1990, para pembaca diajak untuk ‘berbaper ria’ bersama awal mula kisah perkenalan Dilan dengan Milea yang dibuka dengan ramalan konyol Dilan pada Milea.

Seri pertama ini menceritakan masa-masa-masa percintaan ala anak SMA yang justru terkesan anti mainstream. Tokoh Dilan menyikapi berbagai kejadian dalam seri pertama ini dengan gaya slengean yang jstru membuatnya sangat cocok diagung-agungkan pembaca.

Tak kalah dengan DIlan, tokoh Milea yang digambarkan sebagai perempuan cantik nan anggun ini juga punya daya tarik tersendiri untuk melengkapi seri pertama Dilan.

Sikap Milea yang dibuat jual mahal pada perlakuan romantis Dilan membuat pembaca gemas, bahkan bisa sampai menggertutu dengan buku di tangan mereka. Akhir kisah manis yang sederhana ditutup dengan sebuah jalinan hubungan ‘pacaran’ dengan cara istimewa.

Penandatanganan surat bukti telah jadiannya Dilan dengan Milea di atas materai di sebuah warung dekat sekolah yang kemudian membiarkan pembaca menganga tak percaya sekaligus puas akan ending novel pop ini.

Seri kedua novel Dilan, masih degan tajuk yang sama, hanya saja tahunnya berbeda, yaitu tahun 1991, megisahkan cerita hubungan DIlan dan Milea setelah keduanya resmi berpacaran. Seri kedua ini yang bisa membuat jatuh cinta sekaligus patah hati pada waktu yang berurutan sesuai bab demi bab yang ditulis Pidi Baiq.

Dilan yang terkenal sebagai panglima tempur dan hobi tawuran dengan tujuan membela harga diri justru membuat Milea resah sendiri. Sejak Dilan sering terlibat perkelahian, sosok Milea berubah jadi tipe perempuan yang over protective.

Tak lama sejak sosok Milea jadi over protective, hubungan keduanya retak. Inilah sisi patah hati yang dirasakan para pembaca.

Ending yang disangka-sangka semanis seri pertama ternyata jatuh pahit. Pembaca mungkin memang mengaku patah hati, namun tidak merasa kecewa karena pilihan ending inilah yang membawa novel Dilan jauh dari kata membosankan.

Sedangkan seri ketiganya yang diharapkan akan menjadi jalan bagi penyelesaian keretakkan hubungan Dilan dan Milea di seri kedua, tak lain hanyalah menceritakan kisah dari awal perjalan cinta masa SMA sampai ke akhir pahit dua sejoli itu lewat sudut pandang Dilan, seri ketiga ini diberi judul : Milea, Suara dari Dilan.

Jadi, apa kamu setuju kalau novel Dilan membuatmu merasakan rasanya baper, jatuh cinta, dan patah hati?

Yogyakarta Decoration’s Art Menembus Pasar Eropa

Bila satu pintu tertutup, jadi pintu yang lain bakal terbuka. Tersebut satu hal yang dapat kita ambillah pelajaran dari Yully Widianto, seseorang pengrajin lampu asal Yogyakarta yang mempunyai Dhowo Art. Dhowo Art yaitu usaha Yully di bagian kerajinan lampu hias dekorasi yang sudah berhasil sampai memembuas pasar Eropa.Lantas seperti apakah usaha pria yang hoby memahami seni lukis ini? Tersebut penjelasannya.

Berawal Dari Keadaan Kepepet lahirlah sebuah Usaha Art Decoration

Tidak dapat dielakkan, terjunnya Yully ke dunia usaha berlangsung lantaran suatu aspek kepepet (tertekan) . Ya, saat itu Yully mesti berhenti kuliah di Moderen School of Design (MSD) Yogyakarta lantaran terkendala cost.

Tertutupnya kesempatan studi yang lalu diimbangi kondisi kepepet inilah yang lalu mendorong Yully mengambil keputusan untuk menjajal peruntungannya didunia usaha. Lantaran ia suka pada kesenian mendesain, jadi pada th. 1998 Yully buka usaha seni interior Dhowo Art yang menghasilkan lampu dekorasi unik untuk didalam ruang serta luar ruang.

Yogyakarta Decoration's Art

Usaha Awal dari Dhowo Art

Dengan modal hasil penjualan lukisan dan pendirian Perusahaan , tabungan serta utang dana dari BUMN sebesar Rp 6 juta, Yully juga mantap untuk bangun Dhowo Art di Yogyakarta. Modal itu lalu dipakai Yully untuk beli bahan baku lampu dekorasi yang terbuat berbahan pasir pantai, serbuk batu, pasir besi, bambu, rotan, kayu jati, kayu manis sampai kerang simping.

Lampu-lampu product dari Dhowo Art ini tak berupa seperti lampu biasanya, tetapi ia mempunyai bentuk, ukuran serta warna yang unik serta tidak sama dari lampu biasanya. Lampshades serta lampstand yaitu sebagian product lampu dekorasi Dhowo Art yang mempunyai design yang unik serta kreatif.

Terkecuali lampu dekorasi, Dhowo Art juga menghasilkan hasil kerajinan lain seperti meja, kursi, cermin serta lampu rumah dengan bahan baku yang ambillah dari alam seperti rotan, bambu, atau kayu jati. Bahan alam yang lain seperti kayu manis, biji aren serta yang lain dia pakai juga sebagai aksesories untuk membuat cantik product bikinannya. Harga jual product Dhowo Art sendiri ke customer pada Rp 150. 000 sampai Rp 1, 5 juta per unit, bergantung bahan baku serta ukuran dan kesusahan pembuatan product.

Kendala Usaha serta Kiat Pemasaran

Pada awal usahanya, Yully mengaku bahwa product bikinannya pernah tidak diterima oleh sebagian galeri di Jakarta. Dia sempat juga memperoleh customer yg tidak kooperatif lantaran sulit ditagih pembayaran hingga memengaruhi pemasukan Dhowo Art sebagai terlambat. Walau dirundung beragam kendala serta permasalah Yully tidak putus harapan. Supaya produknya terus diminati pasar, Yully rajin berinovasi product dengan menggabungkan jenis lawas dengan jenis terbaru yang tengah trend dalam beberapa produk hasil karyanya.

Yogyakarta Decoration’s  Art Menembus Pasar Eropa , Pria 38 th. ini juga lalu coba beragam langkah serta #startegi pemasaran. Salah satu kiat yang lalu jadi andalannya yaitu pameran. Ya, arena pameran yang di tawarkan oleh Pemerintah kota setempat ini digunakan oleh Yully untuk mempromosikan product Dhowo Art hasil kreasinya. Kiat ini dapat dibuktikan sangatlah efisien lantaran dari keaktifan Yully ikuti pameran kerajinan tangan, produknya dapat di kenal serta di pasarkan dengan cepat serta luas.

Summer In Seoul

Kisah Cinta Sederhana Summer In Seoul

Novel pertama dari trilogy ini bertajuk Summer In Seoul dan jadi pembuka kesuksesan trilogy Ilana Tan. Kisahnya ringan namun benar-benar masuk dalam benak pembaca ketika selesai membaca novel ini. kisahnya bermula saat tokoh cewe bernama Sandy yang baru saja pulang bekerja, memustukan untuk pergi membeli makanan kecil di mini market dan begitu saja, mungkin karena terlalu lelah, Sandy tak sadar handphonenya tertukar dengan seseorang di mini market, tepatnya laki-laki. Saat Sandy mengambil kembali handphonenya ke apartemen laki-laki itu, ia bertemu dengan aktor tampan bernama Tae Woo, dan laki-laki yang handphonenya tertukar dengan Sandy adalah Park Hyun Sik, manager Tae Woo.

 

Dari pertemuan tak sengaja dengan Tae Woo, Sandy harus terjebak dalam kesepakatan dan mambantu Tae Woo menghindari gossip soal Tae Woo yang gay dnegan berpura-pura jadi pacarnya. Kepura-puraan inilah yang kemudian menumbuhkan kisah cinta di antara mereka. Liana Tan juga menggambarkan kisah cinta yang romantic dan sederhana, namun bisa melekat lama di benar penonton. Tak heran, jika sampai saat ini Novel Summer in Seoul masih bertengger di rak bestseller.

Autumn in Paris Sajikan Kisah Patah Hati yang Mendalam

Kalau Summer in Seoul punya kisah cinta romantic sederhana antara Sandy dan Jung Tae Woo, maka lain ceritanya dengan Autumn in Paris. Autumn in Paris jadi satu-satunya novel Ilana Tan dalam triloginya yang punya ending catasthrope. Autumn in Paris mengmbil setting di Paris dan mengisahkan saudara sepupunya Sandy yang bernama Tara.

Sejak awal Autumn in Paris memag menggambarkan kisah cinta yang sedkit berbeda karena Tara yang menyukai teman dekatnya, Sebastian, sama sekali tidak punya kesempatan untuk menjalin hubungan degan laki-laki itu karena nyatanya Sebastian sendiri tidak menyukai Tara. Tanpa di duga, suatu hari Sebastian mengenalkan Tara pada laki-laki blasteran Jepan-…. Yang kemudian membuat Tara jatuh cinta karena kepribadiannya.

Namun tanpa sepengetahuan Tara, ternyata laki-laki yang ia sukai adalah saudaranya sendiri, hingga kisah cinta mereka tidak bisa berjalan semestinya. Ada banyak kejutan dalam kisah cinta Tara dan Lak-laki yang ia sukai. Ilana Tan juga sepertinya memang mencoba melukiskan kisah cinta yang jauh lebih rumit dan berat dibanding dalam novel Summer in Seoul.

Trilogi novel Summer in Seoul

Autumn In paris, dan dua lainnya cocok untuk kamu yang suka prosa fiksi bergenre roman

Trilogi sebuh buku, terutama sebuah novel selalu menarik untuk diikuti apalagi kalau sejak awal triloginya punya alur yang unik dan khas, seperti halnya trilogi romance yang ditulia Ilana Tan.

Triloginya diberi judul lima jenis musim di tempat yang berbeda-beda, yaitu Summer in Seoul; Autumn In Paris, Winter In Tokyo, dan Spring in London.

Masing-masing novelnya punya cerita yang berbeda namun tiap tokohnya punya keterkaitan dengan tokoh lain, misalnya, tokoh utama perempuan menurut bandung advertiser  dalam Summer in Seoul adalah saudara tokoh utama perempuan dalam novel Autumn in Paris dan tokoh utama laki-laki dalam novel Autumn in Paris

adalah tetangga dekat tokoh utama perempuan di Winter in Tokyo, tak lupa, tokoh utama perempuan dalam Winter in Tokyo adalah saudara kembar tokoh utama di Spring in London, Pusing juga yaa~

Tiap cerita dalam trilogi novel Ilana Tan ini punya Ending yang berbeda dan selalu berhasil membekas di hati para pembacanya. Cara Ilana Tan menyampaikan kisah cinta sederhana sangat menarik, tiap adegan dibuat penuh perhitungan sehingga pembaca bisa mengeryit, berpikir “Gila nih, Ilana Tan” atau “Ko kepikiran ya nulis cerita gini?”, di antara kamu juga pasti ada yang pernah kan merasa seperti itu setelah membaca novel trilogi Ilana Tan?

Dengan kepiawaiannya, Ilana Tan sukses membuat triloginya memasuki cetakkan yang entah keberapa kalinya. Trilogi inilah yang berhasil mengantarkan Ilana Tan menyandang gelar penulis Mega Best Seller, dan trilogi novek ini masih sering di cari banyak orang sampai saat ini, apalagi dengan cover terbarunya yang jauh lebih menarik.

 

Ilana Tan mengemas rentetan cerita itu dengan natural, seolah-olah hal-hal yang terjadi di dalam novelnya adalah kisah nyata yang ia ceritakan kembali dengan mudahnya. Unsur-unsur ketidaksengajaan dalam novel-lah yang membuat kisah Sandy dan Tae Woo terasa nyata. Dan ide-ide yang dituangkan, walau pun sebenarnya cukup klasik, namun dikemas dengan khas-nya Ilana Tan.

Tokoh penulis Buku Terbaik di Indonesia

Tokoh penulis Buku Terbaik di Indonesia

Indonesia memiliki dua kali hari peringatan buku, yakni peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh tiap 23 April, dan peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh tiap 17 Mei. Peringatan Hari Buku Nasional ini berlangsung sejak 2002 yang dipelopori Menteri Pendidikan kala itu, Abdul Malik Fadjar. Tanggal ini dipilih menurut hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980.

Seiring dengan perkembangan jaman, baik di Indonesia ataupun di dunia, buku mengalami perkembangan kencang. Seiring dengan perkembangan buku, banyak penulis yang bermunculan dari seluruh penjuru bumi, termasuk Indonesia.

Beberapa penulis buku di Indonesia yang paling familiar sepanjang masa, 9 diantaranya yakni sebagai berikut:

1. Suwarsih Djojopuspito
Nama ini mungkin masih terdengar asing di kuping kita. Wanita hebat yang satu ini yakni salah satu penulis Indonesia yang merasakan masa penjajahan di Indonesia. Dalam berkarya, ia menulis dalam tiga bahasa yakni Sunda, Belanda dan Indonesia.

2. N.H Dini
Terlahir dengan nama Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, penulis feminis ini telah menjadikan puluhan buku dan sebagian di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Beberapa karyanya yang familiar di antaranya ‘Pada Sebuah Kapal’ (1972), ‘La Barka’ (1975) atau ‘Namaku Hiroko’ (1977), ‘Pertemuan Dua Hati’ (1986) dan masih banyak lagi.

3. Pramoedya Ananta Toer
Penulis yang dikenal berbakat dan berani ini yakni salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Salah satu karyanya yang paling familiar yakni Tetralogi Pulau Buru. Empat buku hal yang demikian ditulis saat menjadi tahanan politik di Pulau Buru. Semasa hidupnya, Pram menjadikan lebih dari 50 buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

4. Andrea Hirata
Hampir seluruh masyarakat Indonesia pasti telah membaca atau setidaknya menonton kisah ‘Laskar Pelangi’. Kisah fenomenal yang dikagumi banyak orang itu, yakni buah karya dari seorang penulis berbakat, Andrea Hirata. Tak hanya familiar di Indonesia, buku ‘Laskar Pelangi’ telah diterjemahkan ke dalam 21 bahasa, termasuk Jepang dan Italia.

5. Mochtar Lubis
Bagi penikmat sastra, nama ini tentunya telah tak asing lagi. Karya-karyanya seperti ‘Harimau-Harimau’, ‘Maut dan Cinta’, dan ‘Musim Gugur’, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah sastra Indonesia dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain dikenal sebagai sastrawan, ia juga yakni seorang tokoh jurnalistik Indonesia.

6. Ahmad Tohari
Ahmad Tohari yakni penulis novelnya yang kemudian dihasilkan film dengan judul “Sang Penari”. Awalnya karyanya itu berjudul Ronggeng Dukuh Paruk yang kemudian difilmkan dengan judul Sang Penari hal yang demikian. Ahmad Tohari kelahiran 13 Juni 1948 ini tinggal di Banyumas, Cilacap, Jawa Tengah.

7. Taufiq Ismail
Taufiq Ismail yakni penyair dan sastrawan yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1995. Sajak-sajaknya banyak dinyanyikan oleh grup musik Bimbo. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam sebagian bahasa di antaranya Inggris dan Rusia.

8. Ayu Utami
Ayu Utami yakni penulis perempuan Indonesia yang lahir di Bogor, 21 November 1968. Hingga kini ia telah menulis 10 novel dan kumpulan esai. Novelnya, “Saman” membawanya menjadi peraih Prince Claus Award dari Belanda (2000).

9. Eka Kurniawan
Eka Kurniawan yakni seorang penulis yang lahir di Tasikmalaya, 28 November 1975. Novelnya yang paling fenomenal yakni Indah Itu Luka yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Jendela (2002). Novel hal yang demikian telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi wa Kizu dan dalam Bahasa Inggris oleh Annie Tucker dengan judul Beauty is a wound.

Toilet Portable VS Toilet Permanen, Mana yang Lebih Unggul?

Keberadaan toilet portable sudah tak asing lagi di mata masyarakat. Toilet yang mudah dipindah kemana saja ini tak lagi terkesan kotor dan jorok. Seiring dengan kemajuan teknologi sanitari, toilet portable kini sudah semakin canggih dan lebih bersih. Sehingga orang pun tak lagi canggung memanfaatkan toilet ini di tempat umum. Bahkan beberapa kota besar di Amerika maupun Eropa berani menempatkan toilet mobile di tempat umum. Penggunaan toilet seperti ini dianggap lebih unggul daripada penggunaan toilet permanen. Apa saja keunggulannya?

Toilet Portable VS Toilet Permanen, Mana yang Lebih Unggul?

Keunggulan Toilet Portable Dibandingkan Toilet Permanen

  • Perawatan Mudah

Banyak yang mengira bahwa perawatan WC portable itu sulit dan merepotkan, tapi kini tidak lagi. Toilet mobile dengan teknologi sanitari terbaru dan terbuat dari fiberglass menawarkan perawatan yang mudah layaknya toilet permanen. Toilet seperti ini juga bisa dibersihkan menggunakan pembersih dan antiseptic yang banyak dijual di pasaran. Jika pihak penyewa toilet mobile tak ingin ribet membersihkan toilet, mereka bisa menggunakan layanan kebersihan yang ditawarkan oleh pihak persewaan toilet. Cara seperti ini tentu lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal.

  • Solusi Praktis Toilet di Tempat Umum

Tidak semua area publik menyediakan toilet umum yang layak digunakan dalam keadaan darurat. Kalaupun ada, lazimnya berada di lokasi yang berjauhan antara satu dengan yang lain. Disinilah peran toilet portable sangat diperlukan. Toilet mobile berfungsi sebagai pelengkap maupun pengganti toilet permanen di lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan dibangun toilet permanen. Toilet yang bisa dipindah biasanya menggunakan sistem pembuangan yang canggih sehingga tidak memerlukan saluran pembuangan dan saluran air permanen.

  • Mudah Dipindah Kemana-mana

Toilet mobile terbuat dari bahan fiberglass dan tidak dipasang permanen sehingga mudah untuk dipindah kemana-mana. Toilet seperti ini juga bisa dipakai berkali-kali jadi sangat efisien dalam pemakaian untuk acara seperti konser, pertandingan sepakbola atau acara luar ruangan lainnya. Karena kepraktisannya, toilet mobile menjadi pilihan yang ideal untuk acara-acara yang diadakan di lokasi terpencil dan sulit dijangkau sekalipun.

  • Tahan Korosi

Bahan fiberglass membuat toilet portable lebih tahan cuaca sehingga terhindar dari bahaya korosi. Jadi, toilet ini bisa diletakkan di lokasi terbuka mana pun. Dengan perawatan yang baik, toilet ini akan memiliki umur pemakaian yang lebih lama meski sudah dipakai berulang kali.

Alasan Mengapa Harga Buku Mahal

“Kalau kamu bertemu orang yg sangat cerdas, tanyalah buku-kitab apa yang telah dia baca” –Ralph Waldo Emerson—

Mengapa harga kitab di Indonesia mahal? Jawabannya, merupakan pertanyaan yang dibalik; mengapa orang cerdas pada Indonesia itu wajib mahal? Ya karena harga bukunya mahal. Ya kenapa mahal?

Oke, aku mengaku. Ini kali pertama aku menulis opini, sebelumnya saya lebih suka menulis fiksi. Karena kenapa? Sebab menulis fiksi tidak perlu bukti, sedang opini aku katakan ‘masih’ memerlukan bukti. Fiksi yg kita perlukan hanya sebatas khayalan. Kita boleh meloncat berdasarkan angka 1 eksklusif ke angka 9. Atau dalam fiksi: 1+1 ialah 10, itu tidak kasus. Beda menggunakan opini. Itu sanggup dinamakan tahayul. Contoh sederhananya, waktu kita menulis opini, paling tidak terdapat bukti, misalnya: Siapa namanya? Saya jawab: Andi, sebab orang-orang senang dekati lantaran dia wangi; Andi Molto. Itu opini yang relatif. Apabila perlu mengacak-acak isi lemari, terdapat pula kok, akta lahir— reportase.

Lihatlah, saya memang tak bakat menulis dalam bidang opini. Tapi, baik, saya sedang berusaha.

Buku bagi masyarakat Indonesia, seperti kebutuhan tersier saja. Mewah. Setelah pakaian, papan & pangan, terpenuhi, buku sebagai barang yg sangat mungkin mereka jauhi. Kenapa? Kerena buat memenuhi kebutuhan primer atau sekunder saja telah relatif beruntung–apalagi ada quota. Lagi pula, pada Indonesia sendiri minat baca warga , bila aku dipaksa memberikan nilai 1 sampai 9, aku akan tidak tega mengatakannya. Kecuali, membaca doa; buat sarapan. Supaya kenyang sampai nanti malam. Berbeda menggunakan Jepang. Dari aktivitasnya: menunggu bus, buang air akbar, atau saat mencari tips-tips buat menunggu bus supaya tidak membosankan waktu buang air besar dengan cara membaca kitab , Jepang artinya angka satu.

Sebenernya mau nulis apa sih? Kok muter-muter doang menurut tadi! Mana jawabannya?

Sabar, ya…. Kan aku sedang berusaha…

Norman Erikson Pasaribu, penulis cerpen “Tiga Kata buat Emilie Mielke Jr”, dan sudah menerbitkan satu butir kitab , yg jua kumcer, menurutnya, beliau telah menghabiskan atau mempunyai buku sebanyak 2ribu koleksi dalam raknya. Itu tidak sedikit. Di Samarinda sendiri, loka saya singgah, untuk kitab berukuran—setebal: 200 hlm, membutuhkan biaya tidak kurang berdasarkan 60rb. Asumsi aku apabila dikalikan, masing-masing page sama, adalah: kau sanggup membayangkannya? Semakin sebuah kitab jauh mengembara ke pelosok kota, semakin jauh kurang ajar juga harga sebuah kitab buat kita tebus. Nah, itu berarti kasus distribusi. Terkait harga buku yang sangat mahal.

Kedua, biaya percetakan buku yang tidak murah, juga pihak penerbit—yang per-eksplarnya, mempunyai rumus: harga utama cetak produksi kitab x 5 = harga buku, itu sangat tidak berperi dompeti.

Jauuuuh berdasarkan kata entah, aku selalu berpendapat, tentang statment Ralph di atas, bila saja kalimatnya kita sebagai ubah: Kalau kamu bertemu orang yg sangat cerdas di indonesia, tanyalah berapa banyak uang yang telah dia keluarkan? Dekat dengan itu, ilmu pengetahuan memang mahal. Tapi jangan keterlaluan dong!

Pakan Ikan Nila Untuk Budidaya

Beberapa cara telah dilakukan untuk membuahkan hasil yang sempurna atau unggul dalam panen, namun masih banyak yang kurang mengetahui bahwa ada pakan ikan nila yang lebih tepat dan cepat dalam memanen dengan ukuran besar dari hasil panen tersebut.

Membudidayakan ikan memang tidaklah mudah jika kita tidak memperhatikan setiap minggu dengan hasil perkembangannya. Adapun pakan yang baik untuk ikan nila ialah dengan membuat racikan sendiri.

Dan inilah yang menjadi tujuan budidaya ikan nila agar mendapatkan keuntungan besar dari analisis usaha tersebut.

Adapula yang memakai pakan yang sudah jadi atau dapat di beli di toko-toko ikan yang menyediakan berbagai jenis pakan untuk semua ikan.

Pakan Alami Ikan Nila Merah

Pakan alami adalah makanan yang dihasilkan di dalam perairan dimana ikan itu dipelihara, apakah di kolam terpal, di sawah, di tambak, atau di sungai dan waduk.

Pakan alami tersedia setiap saat dan secara otomatis, tanpa perlu diusahakan oleh si pemelihara ikan. Namun jika kita mengandalkan pakan yang tersedia atau seadanya, akan tumbuh dengan sangat lambat.

Maka dari itu perlu tambahan pelet agar cepat gemuk dan besar, karena pelet mengandung  gizi dan protein yang sangat tinggi dan bagus untuk pertumbuhan ikan nila. Dengan begitu perlu kita pahami juga dalam memberi makan sehari 2 kali atau secukupnya.

Agar bisa bertumbuh lebih besar, perlu diperhatikan juga penempatannya seperti misalnya di kolam terpal akan sangat mudah membudidayanya karena sistem kolam terpal yang bioflok.

Banyak sekali pembudidaya ikan jaman sekarang menggunakan kolam terpal, seiring kepopuleran itu banyak juga para pebisnis yang ikut jual kolam terpal demi memenuhi kebutuhan pasar.

Bisa juga membudidaya di sawah yang tentunya memiliki ukuran yang sesuai dengan kedalaman air minimal satu meter, agar mudah mendapatkan ruang bebas dan tidak mudah setres.

Adapun cara-cara membuat pakan ikan nila agar lebih cepat besar dan unggul dalam panen ialah sebagai berikut:

  • Tepung daging
  • Limbah roti
  • Tepung ikan
  • Tepung bekicot
  • Tepung darah
  • Pur dicampur telor

Akan tetapi cara laing membuat pakan ikan nila dengan nabatipun bisa dilakukan secara manual dalam meraciknya ialah sebagai berikut:

  • Tepung kedelai
  • Dedak halus/sisa penyelipan padi
  • Ampas tahu
  • Bungkil kelapa
  • Tepung jagung
  • Tepung kacang
  • Tepung beras

Buku-buku Sejarah Karya Nino Oktorino

Sejarah ialah suatu kejadian dimasa lampau yang tidak bisa terulang kembali. Sejarah bisa berulang pada pola yang sama, tetapi dalam waktu yang berbeda. Manusia sendiri betul-betul gembira membikin sejarah, tetapi cuma sedikit yang ingin mempelajari sejarah.

Buku-buku Sejarah Karya Nino Oktorino

Pada jaman kini, cerita sejarah banyak diisikan dalam format artikel buku sejarah, seperti cerita Perang Dunia I dan II, kekejaman para tentara Nazi, hingga genosida besar-besaran yang terjadi pada jaman dulu.

Nino Oktorino ialah salah satu penulis yang bercerita mengenai sejarah masa lampau pada setiap lembar bukunya di seri ‘Perselisihan Bersejarah’. Tidak cuma membahas soal Perang Dunia, tetapi juga membahas relasi sejarah yang unik antara Indonesia dengan Nazi, yang pastinya akan membawamu merasakan atmosfer dikala masa itu berlangsung.

1. Perselisihan Bersejarah: Sieg Heil! – Kisah Pendirian Reich Ketiga

Untuk kalian yang penasaran dengan kisah pendirian reich ketiga yang di pimpin oleh seorang tiranis ternama, Hitler kalian semestinya membaca buku yang satu ini. Buku pada edisi Perselisihan Bersejarah karya Nino Oktorino ini mengisahkan seputar sejarah Jerman abad ke-20.

Buku ini juga akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu, seperti “Siapa hakekatnya Hitler? Benarkah dia bukan warga negara Jerman?”, “Bagaimana bisa seorang pengahasut dan megalomania, seperti Hitler bisa meraih kekuasaan tertinggi di Jerman?”, atau pertanyaan dasar, seperti “Bagaimana permulaan mula Nazi terwujud?”.

2. Perselisihan Bersejarah: Band of Aryans – Kisah Legiun Jermanik Hitler

Tahukah kamu bahwa Waffen-SS (sayap militer dari organisasi SS), mempunyai pasukan tempur yang anggotanya dari beragam kebangsaan? Bangsa-bangsa seperti Denmark, Norwegia, Swiss, Swedia, Vlam (orang Belgia berbahasa Belanda), Inggris, Islandia, Liechtenstein, Luxemburg, dan Belanda ialah kategori Jermanik yang dianggap “sedarah” oleh Waffen-SS.

Band of Aryans mengisahkan dengan rinci mengenai permulaan mula, perekrutan, dan karier militer para anggota sukarelawan dari bangsa-bangsa tadi untuk berperang di Front Timur. Para relawan ini memilih untuk mengabdi terhadap Hitler dan bertempur, serta merelakan nyawanya di Front Timur.

3. Perselisihan Bersejarah: Mesin Militer Hitler – Waffen-SS dan Luftwaffe

Dalam buku yang terbit pada tahun 2016 ini mengisahkan seputar tiranis Nazi, Hitler yang sukses menghidupkan kembali angkatan bersenjata Jerman. Dengan tindakannya ini sang Fuhrer sukses merubah Jerman menjadi negara adidaya militer global dan mengejutkan dunia karena sang Fuhreh juga sukses membatalkan Perjanjian Versailles yang melarang Jerman untuk mempunyai tentara modern.

Untuk kalian yang masih belum tahu bagaimana terbentuknya tentara yang walhasil memimpin genosida terbesar sepanjang sejarah itu, buku ini menerangkan secara komplit bagaiamana cikal bakal terbentuknya Waffen-SS dan Luftwaffe hingga akhir kehancuran mereka.

Nino Oktorino juga mempersembahkan tabel perbandingan pangkat dan struktur organisasi tempur Waffen-SS. Tidak lupa, dia juga menuliskan perbandingan pangkat, struktur komando Luftwaffe, dan macam geschwader beserta misinya.

4. Perselisihan Bersejarah: Bulan Sabit dan Swastika – Kisah Legiun Muslim Soviet Hitler

Kaum Muslim Soviet yang sebelumnya dianggap “Untermenschen” (manusia rendahan) ditemukan bergabung di bawah panji Swastika untuk melawan Rusia. Hitler berpandangan bahwa cuma kaum Muslim saja yang bisa dipercaya, tetapi dia tidak memperhatikan adanya bahaya untuk menyusun unit-unit Muslim murni.

Dalam bukunya kali ini, Nino Oktorino mengisahkan persekutuan ganjil antara ‘Bulan Sabit dan Swastika’ yang belum banyak orang ketahui. Di bukunya yang lain berjudul ‘Perselisihan Bersejarah: Legiun Arya Kehormatan”, Nino juga mengisahkan kisah yang sama, dimana ratusan ribu orang minoritas Soviet yang bergabung dalam rezim rasis Hitler mampu berprofesi sama dan menjalin persahabatan yang akrab dengan Legiun Jermanik Hitler yang bernotabene non-muslim, hidup saling tenggang rasa, hingga memperbolehkan tentara Muslim melaksanakan sholat.

5. Perselisihan Bersejarah: Nazi di Indonesia – Sebuah Sejarah yang Terlupakan

Kisah-kisah sejarah yang melibatkan Nazi dengan Indonesia ialah potongan sejarah yang menarik dan unik, tetapi belum banyak diketahui orang. Salah satunya ialah kisah dokter Jerman bernama Poch yang diisukan ialah Adolf Hitler yang sukses lolos dari kepungan Tentara Merah dengan melaksanakan penyamaran dan meninggal serta dikuburkan di Surabaya. Nah, buku ini akan meluruskan isu hal yang demikian.

Kisah lainnya ialah ‘jasa’ Nazi dalam perumusan teks proklamasi Indonesia pada tanggal 16 Agustus. Kecuali pernah berencana untuk merajai kekayaan alam Indonesia, Hitler juga sempat mengirimkan armada U-Boatnya untuk beroperasi di perairan Indonesia selama Perang Dunia II.

Nah, 5 buku karya Nino Oktorino tadi menggambarkan bahwa sejarah mempunyai cerita yang menarik. Sejarah juga seperti teka-teki yang susah untuk diselesaikan, sekiranya kita tidak ingin mempelajarinya. Sebab sejarah mempunyai sifat yang betul-betul istimewa, ialah tidak bisa terulang kembali, karenanya dari itu sebagai generasi milenial kita tidak boleh melupakan sejarah, justru kita semestinya berusaha mengetahui sejarah hal yang demikian seperti warisan yang perlu dilestarikan.

Pentingnya Memiliki Septic Tank Biotech Di Rumah

Anda yang ingin mempunyai rumah yang sehat, bersih dan nyaman ditempati, memiliki septic tank biotech adalah kewajiban yang harus dilakukan. Walaupun nampaknya sangat sederhana, bagian dari rumah yang dijadikan sebagai wadah atau tempat untuk penampungan air limbah yang sebelumnya sudah digelontokan oleh WC. Bagian penting dari rumah sehat ini merupakan sebuah wadah yang berfungsi menampung limbah aktivitas biologi manusia serta  melakukan penghancuran kotoran yang masuk pada wadah tersebut.

Pentingnya Memiliki Septic Tank Biotech Di Rumah

Limbah yang masuk tadi akan mengalir menuju sumur resapan ataupun rembesan yang berada tidak jauh dari wadah penampungnya. Begitu pula sebaliknya, biasanya penampatan dari wadah ini juga tidak akan berjauhan dengan bagian WC. Biasanya, wadah ini biasanya dibangun dengan adanya sekat  antara dinding batu. Dan pada bagian atasnya biasanya juga akan dilengkapi dengan menggunakan plat beton yang juga sudah disesuaikan dengan penutup kontrol didalamnya.

Diluarnya, wadah penampungan air limbah hasil dari aktivitas biologis manusia tersebut diberikan sebuah pipa dengan bentuk T yang biasanya diameternya adalah 1 ½ inchi. Pipa ini sendiri nantinya akan berfungsi sebagai penghubung udara agar masuk kedalam wadah penampung tersebut. Hal ini bertujuan agar bakteri bisa tumbuh dengan subur didalam wadah tersebut. Yang akhirnya nanti bakteri tersebut akan dijadikan sebagai pemusnah dan pembusuk setiap feses ataupun kotoran yang masuk kedalam wadah penampung air limbah tersebut.

Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa, pipa bentuk T tersebut memiliki peran cukup vital dalam wadah penampung limbah aktivitas biologis tersebut. Yang artinya, Anda juga perlu memperhatikan bagian luar dari septic tank biotech ini. Pada dasarnya, memiliki wadah penampung aktivitas biologis manusia tersebu memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan suasana rumah yang sehat, nyaman dan juga bersih.

Hal inilah yang mendasari kenapa banyak rumah yang secara pribadi mempunyai wadah penampung aktivitas biologis manusia ini. Anda yang juga ingin mempunyai rumah yang sehat, nyaman dan bersih, memiliki septic tank biotech adalah hal penting bagi Anda. Pastikan Anda mempunyai wadah penampung ini agar aktifitas keluarga semakin optimal namun tetap sehat.

Ingin Menulis Lebih Banyak, Harus Baca Lebih Banyak

Bila ada di antara pembaca yang ingin menjadi penulis, kunci utama dalam menulis ialah memiliki ide, tanpa ide tidak ada yang bisa dikerjakan. Lalu, apa itu ide? Pada dasarnya ide merupakan sebuah masalah, yang dimaksud masalah di sini ialah sebuah persoalan yang tidak sesuai dengan konsep idealnya.

Sesuatu yang muncul karena tidak sesuai dengan konsep ideal itulah masalah. Dari masalah ini, seorang penulis bisa mengolah idenya menjadi sebuah artikel atau bahkan buku, kemudian diterbitkan dan dipahami oleh banyak orang. Akan tetapi, agar sukses membuat sebuah buku diperlukan ide brillian yang tidak dipikirkan oleh orang lain bahkan mungkin tidak bisa dikerjakan oleh orang lain. katakanlah dengan sedikit ambisius bahwa ide ini hanya aku yang bisa mengelolanya.

Lalu dari mana seseorang bisa memahami bahwa yang ada di depan matanya adalah sebuah masalah atau sebuah ide, kemampuan itu tumbuh dari kepekaannya memahami persoalan di lingkungan sekitarnya. Seorang penulis selalu membaca, tentu tidak melulu buku, membaca persoalan orang lain, membaca situasi, dan lain sebagainya merupakan kemampuan membaca  yang harus dimiliki oleh seorang penulis.

Penulis yang sudah terlatih pasti akan dengan mudah menemukan masalah kemudian mengembangkannya menjadi sebuah konsep tulisan dan menawarkan solusi. Sejatinya, pembaca yang budiman membaca sebuah artikel karena ingin menemukan solusi. Orang-orang tidak tahu masalah yang sedang dihadapinya, dari membaca buku kemudian mereka tahu masalahnya sehingga mereka bisa menemukan solusi.

Baca Lebih Banyak

Jadi, penulis punya peran yang penting dalam membangun pola pikir seseorang, jangan mengira bahwa menulis adalah pekerjaan yang gampang. Tidak sama sekali, menulis itu pekerjaan yang berat, karena tanggung jawabnya untuk jutaan pembacanya.

Seorang penulis yang mendapatkan banyak sekali fans, berarti ia bertanggung jawab pada pembentukan karakter masa depan fansnya yang sudah mendalami dan menghayati karya penulis tersebut. oleh karena itu, tidak semua penulis bisa menerbitkan buku dengan mudah, karena mereka mempertimbangkan bahwa buku yang akan dibaca oleh pembaca akan memiliki dampak. Kadang kala dampak tersebut tidak terkontrol, namun sebelum menjadi dampak buruk, sejak awal penulis harus melakukan proses editing yang ketat, untuk mengurangi dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari tulisan tersebut.

Untuk mendukung semua kepentingan itu, agar menjadi penulis yang handal, yang tidak hanya bisa menulis tapi juga memiliki kebijakan yang tinggi dalam mempertimbangkan isi tulisannya, seorang penulis musti membaca lebih banyak daripada buku yang diciptakannya. Modal utama seorang penulis yang baik ialah ilmu pengetahuan, kearifan sejati, dan kepercayaan serta keyakinannya pada alam semesta.