5 Novel Terbaik Yang Harus Kamu Baca

laskar pelangi novel

Novel yaitu satu diantara type hiburan paling tua dalam histori umat manusia. Dahulu, waktu gadget serta internet belum juga diketemukan, novel sering jadikan fasilitas hiburan untuk beberapa orang. Mulai sejak dahulu juga, beberapa penulis terkenal telah dengan teratur mempublikasikan karya-karya mereka untuk dikonsumsi oleh khalayak banyak.
Walau banyak novel karangan penulis luar negeri yang populer, nyatanya karya-karya penulis Indonesia juga tidak kalah menarik. Jadi bentuk penghargaan serta kecintaan kita pada tanah air, dan dalam rencana rayakan hari buku nasioal, mari kita baca atau selami kembali sebagian novel karya anak bangsa yang populer di kancah dunia.

1. Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Laskar Pelangi bercerita mengenai 10 anak yang bersekolah di SD Muhamadiyah dengan semua terbatasnya sarana. Walau demikian, bu Mus terus-terusan menyuntikkan semangat belajar pada anak-anak itu. Bersama mereka berjuang untuk tunjukkan kalau terbatasnya tidak dapat menghambat mereka untuk bersainng dengan anak-anak sekolah yang lain serta mencapai prestasi. Novel ini sudah diciptakan kedalam 25 bhs serta jadi international best seller. Terkecuali bisa di nikmati berbentuk tulisan, cerita anak-anak Belitung ini dapat juga disaksikan dalam film.

2. Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Memakai setting th. 1960-an, novel ini bercerita mengenai seseorang penari ronnggeng bernama Srintil. Tidak ada yang mengajarinya berdendang atau menari ronggeng, tapi Srintil mengerjakannya hampir prima. Itu buat orang yakin kalau roh indang sudah merasuki badannya. Terkecuali menceritakan mengenai Srintil serta Rasus, rekan masa kecilnya. Novel ini bercerita mengenai tragedi 1965. Srintil serta rombongan ronggengnya dikatakan sebagai ‘Seniman Rakyat’ serta dari mulai situlah petaka hampiri Srintil dan rombongannya.
Novel yang diterbitkan pada th. 1982 ini buat Ahmad Tohari, sang penulis diinterogasi tentang karyanya yang memiliki kandungan narasi komunis. Ronggeng Dukuh Paruk sudah terbit dalam edisi bhs Inggris serta bhs Belanda. Th. 2011 novel ini sudah difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah yang di beri judul ‘Sang Penari’.

3. Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

Novel karya Eka Kurniawan ini ditranslate kedalam bhs Jepang oleh Ribeka Ota serta di beri judul ‘Bi Wa Kazu’, sesaat di Inggris novel ini ditranslate oleh New Directions, New York. Sentra dalam narasi ini yaitu tokoh Dewi Ayu, seseorang wanita rupawan yang disebut kombinasi pada darah Indonesia serta Belanda. Ia dipaksa oleh pelacur hingga pada akhirnya melahirkan tiga orang anak yg tidak di ketahui siapa bapaknya. Kecantikannya itu, di turunkan juga pada anaknya, tapi bukanlah bahagia yang ia rasakan, jadi luka karna ke-3 anaknya mesti bernasib sama dengannya, dipaksa jadi pelacur. Pada kehamilannya yang keempat, Dewi ayu mengharapkan supaya anaknya kesempatan ini mempunyai rupa yang buruk, serta tuhan mengabulkannya. Bayi kecil itu lalu dinamakan Cantik serta ia mengharapkan nasib jelek tidak menerpa anak bungsunya itu, tapi hal tersebut susah dikerjakan.

4. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Haji Abdul Malik

Novel karangan Buya Hamka ini menceritaka mengenai cinta sepasang kekasih yang perlu terhambat satu ketentuan kebiasaan di tanah Minangkabau. Zainuddin adalah seseorang pemuda yatim piatu yang dipandang tidak mempunyai suku atau nasab minang, sesaat mendiang ayah-nya lah yang disebut asli orang Minang. Disamping itu Hayati adalah orang asli minang serta keturunan bangsawan. Ketentuan berikut yang lalu buat dua orang ini tidak dapat menyatu. Sesungguhnya novel ini ditulis pertama kalinya jadi narasi bersambung dalam satu majalah yang di pimpin oleh Hamka sendiri. Terkecuali disebut-sebut jadi karya paling baik Hamka, novel ini diterbitkan dalam bhs Melayu serta mulai sejak th. 1963 telah jadi bacaan harus untuk siswa sekolah di Indonesia serta Malaysia.

5. Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer

Tetralogi Pulau Buru berisikan empat novel karangan Pram yang diterbitkan dari th. 1980 – 1988. Dipandang menebarkan pesan Marxisme-Leninisme, novel inipun pernah buat geger serta dilarang peredarannya untuk sebagian masa. Terbagi dalam buku Bumi Manusia, Anak Semuanya Bangsa, Jejak Langkah serta Tempat tinggal Kaca, buku-buku ini melukiskan peristiwa yang betul-betul berlangsung ketika awal kebangkitan nasional di Indonesia.
Ke-4 novel ini menceritakan mengenai kehidupan Minke, yaitu seseorang pemuda pribumi yang peroleh pendidikan di sekolah Belanda. Sebenarnya, Minke yaitu nama samaran dari seseorang tokoh pers generasi awal di Indonesia, yaitu Raden Tirto Adhi Soerjo. Terkecuali menceritakan tentang Minke, novel ini mengangkat beragam peristtiwa yang berlangsung pada saat itu, termasuk juga salah satunya rekaman pengadilan pertama pribumi Indonesia (Nyai Ontosoroh) melawan keluarga suaminya yang disebut Belanda totok. Tetralogi Pulau Buru lebih di kenal oleh orang-orang internasional dengan sebutan The Buru Quartet. Novel ini pertama kal ditranslate kedalam bhs Inggris oleh Max Lane. Diluar itu, karya Pramoedya inni juga ditranslate dalam bhs Russia oleh E. Rudenko.