3 Buku Novel Yang Bikin Kamu Baper

Salah satu hiburan yang gampang diperoleh itu dengan membaca organ atau novel. Apalagi sajak romantis. Selain ceritanya yang asyik dan menghanyutkan, pun bisa bikin kita baper lewat quotes yang memeriksa. Ini dia 10 roman romantis Indonesia yang tetap dibaca dan bikin baper.

3 Buku Novel Yang Bikin Kamu Baper

Critical Eleven – Ika Natassa
The power of stranger! Nyeritain tentang orang-orang yang ketemu di motor dan kemudian saling menaksir. Dari buku ini, member bakal belajar kalau member akan selalu cinta bertumpu keluarga. Enggak peduli seberapa berat cobaan yang kalian harus tanggung karena dalam akhirnya kita pasti hendak menemukan cara untuk menyelesaikannya.

Rindu – Tere Liye
Ngomongin soal kebawa prinsip, novel satu ini bener bener jadi juara! Alurnya yang flashback dengan tanda perjalanan laut, yaitu pesawat, bener-bener buat kita berlatih banyak soal sejarah, pranata, bahasa, dan sebagainya. Yang paling menarik dari jurnal ini adalah, kita bakalan ikut terharu sekaligus terpaut, sampai-sampai rasanya enggak sasaran pisah sama tokoh-tokohnya hehe.

Tiada New York Perian Ini – M. Aan Mansyur
Buku kumpulan sajak ini muncul di film Ada Apa Dengan Cita? 2. Puisi di dalamnya benar-benar menggambarkan betapa mellow-nya si Rangga. Filmnya saja bikin baper, apalagi bukunya? Hehe! Sajak – sajaknya yang ringan cocok nih buat yang LDR-an. Dibantu dengan foto-foto yang diambil di New York maka itu membuat kita semakin tersangkut suasana.

The Book of Forbidden Feelings – Langgam Bohang
Buku kumpulan rima ini terasa begitu tangkas menggambarkan keadaan keadaan yang mungkin saja tengah kalian alami. Ada yang menunjukkan perasaan sedih, kosong, terpotong hati, dan lainnya. Luar biasa mewakili isi perasaan luar biasa! Tulisan Lala begitu Cantik dan cukup mudah dipahami. Buku ini ditulis pada bahasa inggris, jadi sambil buat belajar juga, nih! Buat yang lagi cemas jangan terlalu diresapin jika enggak mau menangis.

Perenggan Waktu – Fiersa Besari
” Pada seorang strip waktu yang merangkak terbang, akan ada saatnya saudara ingin melompat mundur dalam titik-titik kenangan tertentu. Oleh sebab itu, ikhlaskan saja kalau demi. Karena sesungguhnya, yang makin menyakitkan dari melepaskan objek adalah berpegangan pada objek yang menyakitimu secara permulaan ”

Itu salah wahid kutipan yang ada dalam buku ini. Buku itu intinya nyeritain tentang ‘aku’ yang patah hati & mencoba menghapus luka yang datang dari masa dan kemudian. Buat yang belum move on, boleh dibaca nih, pasti akan baper tertinggi.